"time has brought me a greater understanding of life and growing appreciation of all You have given to me. Allah, the most merciful"
Minggu, 20 Oktober 2013
10, 15, 14, 20
Aku, masih mengingat bagaimana bulan menyapaku malam ini. Bulat, meski tidak bundar sempurna. Terang, meski bukan cerah sempurna. Indah, meski bukan bulan sempurna, malam ini.
Rabu, 20 Februari 2013
Call me...
Panggilan...
Saya?
Gue? Gw? Abdi? Sim kuring? Urang? Aing? Koe? Dewek? Isun? Atau me? Kadang suka
pusing ga sih kalo misalkan memperkenalkan diri atau menyebut diri
sendiri? Saya mah suka kagok alias
serba salah euy tentang nama panggilan teh. Emang sih seharusnya disesuaikan
sama situasi dan kondisi yang ada, tapi tetep, saat kita nulis tulisan kaya di
blog ini, kita harus konsisten dengan sebutan yang akan kita gunakan. Hal
itulah yg menjadi kegalauan saya saat milih-milih panggilan buat saya sendiri.
Gimana bisa jay? Aslinya gitu? Gitu aja ko repot? Eeeh, cekidot dulu deh
kenapa saya sempe pusing.
ilustrasi ajay (panggilan sementara) lagi pusing
1. Urang atau disingkat Urg (Latar belakang masalah)
Yang pertama adalah urang atau disingkat
urg. Karna ajay (panggilan sementara) orang sunda, jadi sehari-hari sama
temen-temen pake panggilan urang. Urang dalam bahasa sunda bisa berarti
bermacam-macam seperti panggilan kepada diri-sendiri; mengajak orang lain
untuk berbuat sesuatu; atau makna lain yang ajay gatau. Tapi ternyata setelah
diterapkan di tulisan blog ini selama beberapa posting, ternyata panggilan
urang itu terasa cukup janggal. Protes dari pembaca (yang dipaksa buat ngebaca)
pun mengalir deras karna panggilan itu. Alaylah, kasarlah, atau apalah. Sebagai
penulis yang (mencoba) baik, ajay pun mempertimbangkan memilih lagi kata
yang pas buat disebut di blog ini sehingga lahirlah tulisan ini.
contoh penggunaan urang dalam kalimat lain diluar blog ajay. artinya:
"LALU SAYA HARUS MENIKAH DENGAN MUZDALIFAH GITUH?"
2. Abdi
abdi disini bukan abdi slank yah, kalo abdi slank ditulisnya abdee (gaul euy nulisna abdee) :(
Karna panggilan urg yang kontroversial,
ajay (panggilan sementara) sempet mempertimbangkan buat ngegunain nama panggilan ini buat tulisan di blog ini. Tapi
kenapa engga jadi? Karna panggilan ini terasa sangat lembut dan terlalu lembut buat blog yang
isinya hardcore pop punk heavy metal ini. So, pikiran untuk menggunakan kata
abdi sebagai panggilan lenyap begitu saja...
3. Saya
Ketiga, saya. Biasa digunakan ketika situasi
formal seperti rapat, dalam forum, atau pas transaksi jual beli hukum dinegara kita.
Situasinya formal. Yang jadi masalah, ketika kita ngegunain kata saya pas
diblog yang isinya non formal, rasanya gimana yah, kaku gitu deh :| terus kalo
kata saya digunain pas percakapan biasa, errrr, kata s @fikrypl sih asa sombong
gimanaaaa gitu tah. Dan ajay pun mengamini pernyataan s fikrypl itu. (ajay = panggilan sementara)
4..
Gue atau Gw
Next, gue atau gw. Nah belum dibahas kenapa
serba salah menggunakan gue/gw aja kita udah berdebat, sebenernya yang bener
itu gue atau gw? Kalo gue, kemungkinan laper saat berbicara atau menulis akan
meningkat seiring otak kita yang mindsetnya ke makanan terus. Yap, kata gue
jika diplesetin deket-deket ke kata kue akan menjadi sesuatu yang berbahaya
pada penderita obesitas. Terus kalo gw? Emm errr bisa aja sih pake gw yang ga
terlalu kontroversial. Tapi masalahnya, ajay (panggilan sementara) tuh hidup di
tatar sunda atau jawa barat. Jadi ketika mengeluarkan kata-kata gue atau gw,
hati ajay tuh mendadak galau. Air mata mendadak turun dan ee pun mendadak
keluar. Menurut penelitian, banyak orang yang menilai kalo orang akan dinilai menjadi serasa so gaul banget
saat nyebut diri sendiri dengan gue/gw :’)
5. Saya (lagi)
Dan akhirnyaaaaa, ajay (panggilan
sementara) memilih kata saya buat blog ini kedepannya. Mengapa demikian? (formal-in
dikit) Karna menurut ajay nih, panggilan saya terasa cukup mewakili diri ajay
sendiri. Saya! Bisa dimodifikasi dengan membubuhkan akhiran “H” agar
terlihat lebih ramah dan nyunda menjadi kata sayah. Karna emang sayah mah dari sunda atuh.
Gamaulah sampai kehilangan identitas diri sendiri. Sok yah kalo kalian pergi ke
tatar sunda terus kalian nemuin orang sunda asli dan bilang saya, pasti
bilangnya gini, “sayah itu...” atau “saya mah...”! (tapi gatau juga ketang :( )
Makanya ajay milih panggilan saya aja dengan tetap membubuhkan aksen-aksen sunda, kecuali dalam situasi tertentu dan tetep, sewaktu-waktu panggilan dapat berubah yah hhaa *ga konsisten*
Okedeh, terlepas dari panggilan apa yang
bakalan kalian gunakan, intinya sih saya mah cuma berharap ketika kita nentuin panggilan
apa yang bakalan kita gunain, lebih baik panggilan itu bikin kita nyaman, enak
didengar, sesuai sama situasi dan kondisi serta harus sesuai sama jati diri kita. Hhahaa *absurd*
Jumat, 07 Desember 2012
Nyari Tempat Kuliah 2
Sesuai dengan perkataan urg tadi, dan mungkin dendam
pribadi, urg nyari alesan kenapa urg ditolak dan gagal. Mungkin memang
usaha dan kemampuan diri urg yg belum memenuhi syarat. Dan mungkin itu memang
pilihan terbaik dari Sang Penggaris Takdir. Tapi, semoga dengan cara ini urg
bisa ngebagi ilmu dan pengetahuan tentang gimana sistem penilaian yang jadi
tolak ukur.
udah nyobain obat ini tiga box tapi hasilnya tetep masih dendam
Dari SNMPTN Undangan.
Menurut gosipers, sistemnya kaya
gini. Kita yang pengen masuk ke universitas2 tersebut dipilihan pertama
diranking dahulu disekolah masing2, setelah itu baru dikirimin ke universitas
tujuan. Biasanya di universitas tujuan diseleksi lagi dan mereka pun (universitas)
liatnya ranking yang diatas sebelum kemudian diseleksi lagi di jurusannya
masing2 dengan sekolah2 lain. Sedangkan untuk universitas pilihan kedua, kalo
kitanya ga jenius-jenius amat, kita belum tentu dilirik lagi walaupun misalnya
kemampuan kita yang milih universitas pilihan kedua lebih tinggi “dua atau tiga
setrip” dari yang milih universitas yang sama, tapi menjadi pilihan pertama.
sistemnya ribet gitu lebih-lebih dari sistem MLM
ini deh biar keliatan lebih pabaliut
Dari
SNMPTN Undangan dan SNMPTN Tulis.
Terus pemilihan putra daerah pun
bisa menjadi salah satu alesannya. Universitas akan mengutamakan orang-orang
yang berasal dari daerah tersebut atau provinsi tersebut. Misalnya kaya gini,
ada orang yang berasal dari daerah dimana universitas A berada, sebut saja
fajar. Dan ada orang yang berasal dari luar daerah dimana universitas A berada,
sebut saja ajay. Mereka berdua diranking universitas A dan ternyata hasilnya
sama. Karna fajar adalah putra daerah, jadinya si ajay akan tersisihkan oleh si
fajar. Jadi kalo kita ga jenius-jenius amat, kita bakalan kalah kalau kita
dalam status “merantau”.
Satu
alesan lagi yang ga kalah pentingnya. Banned universitas terhadap sekolah kita.
Banned universitas bisa berarti penjatahan jumlah siswa yang sangat terbatas
yang dilakukan suatu universitas terhadap suatu sekolah karena suatu hal.
Misalnya kaya gini, taun 2011 siswa di sekolah A masuk 65 orang ke universitas
B, tapi ternyata ada siswa di sekolah A yang sudah dinyatakan masuk tapi tidak
diambil universitas Bnya. Maka murkalah universitas B dan melakukan banned
terhadap sekolah A. universitas pun akan merasa sakit hati jika di php-in sama
calon mahasiswa, apalagi manusia sama calon pacar. Jadi kalo kalian keterima di
suatu universitas negri lebih baik ambil aja, kan dulu yang milih universitas
itu kan kalian. Ambil aja yaaah, kasian adik-adik kelas kalian kalo sampe kena
banned dari universitas. Bayangin aja kalo misalkan adik-adik kelas kalian yang
kena banned adalah anak-anak kalian kelak. Hororrrr
Selain
faktor diatas, masih ada faktor yang lainnya. Kaya prestasi mahasiswa alumnus
SMA di kampus juga bisa jadi dasar penilaian. Lalu akreditasi sekolah juga. Dan
mungkin masih banyak lagi. Cari referensi lainnya yah, dan semoga post ini bisa
cukup bisa ngasih gambaran.
Masuk
ke strategi belajar. Biasanya di try out suka ada yang namanya passing grade.
Taugasih apa arti sebenernya dari passing grade itu? Passing grade yang urg tau
adalah nilai terendah taun terakhir dari siswa yang masuk ke suatu jurusan di
suatu universitas berdasarkan kuota. Contohnya gini, di universitas A jurusan B
taun lalu siswa yang diterima berjumlah 12 orang –ini universitas atau
indonesian idol yah-, nah orang ke 12 yang merupakan orang terakhir yang
diterima disana punya nilai 42,6. Nilai 42,6 itulah yang digunain buat passing
grade. Tapi, ada juga yang menyebutkan bahwa, universitas tidak pernah
mengumumkan hasil ujian/seleksi siswa! Bingungkan darimana passing grade? Jadi
menurut urg sih daripada kalian sibuk hutang-hitung strategi, meningan kalian
belajar semaksimal mungkin. Gamaukan kejadian gagal yg urang alamin menimpa
kalian juga? Miris.
Dan
jangan lupa, berdoa. Kita semua punya keinginan, mungkin keinginan kita itu
lebih besar dari kemampuan kita. Atau mungkin kita ngerasa kemampuan kita lebih
dari cukup buat suatu keinginan tersebut. Tapi siapa tau kan? Ingat,
itung-itungan Tuhan tidak selalu sama dengan itung-itungan manusia. Berdoalah
buat yang terbaik, bukan buat keinginan terbesar kita. Dengan gitu semuanya
pasti akan terasa lebih ringan. Emang ngomong doang mah gampang, tapi urg udah
ngerasain mana yang nyesek banget dan sakit hati, mana yang ikhlas dan terasa
ringan. Inget cerita urg pas SNMPTN Undangan? Inget saat gagal SNMPTN Tulis? Taukan
bagian mana yang ga ikhlas mana yang engga? Semua kunci ngehadapin situasi itu
lebih baik atau lebih baik adalah kontrol diri, salahsatunya dengan ikhlas.
Maka dari itu berdoalah yang banyak untuk semua yang terbaik :)
Well,
mulai yakinkanlah diri kalian dan keluarga kalian dengan pilihan yang tepat.
Semoga semuanya bisa dapet yang terbaik dan berhasil menuju kesuksesan dengan
tangga-tangga universitas yang kalian pilih. Postingan ini urg tutup dengan
kutipan dari kakak pemberi materi pas himpunan –urglupanamanya-, “kalian berhak
menentukan pilihan kalian masing-masing, tapi kalian tidak berhak memilih
konsekuensi yang akan kalian terima”, bijaklah dalam memilih dan mengambil
keputusan serta meyakinkan. :)
Note: seperti biasa kalau ada yang kurang jelas atau share,
di comment box yah :D
Selasa, 04 Desember 2012
Nyari Tempat Kuliah 1
Alohaa!! -bukan iklan AC-. Setelah seberapa lama ga posting
tulisan -walaupun urg gatau tulisan yg urg bikin ada yang baca atau engga-
sekarang urg ngepost lagi karna urg gamau blog minimalis urg ini berahir kaya
blog-blog go-blog urg yang dulu. Terbengkalai. Kemaren-kemaren urg ga sempet
posting tulisan amatir urg karna kebetulan modem urg ini lagi dalam status
dualisme kepemilikan antara urg dan s teteh. Padahal s teteh punya modem lebih
wus-wus, tapi tetep aja percuma kalo ga diisiin pulsa. Jadi weh modem urg yg
berpulsa melimpah karna subsidi mamah jadi rebutan. Terus ke so-sibukan kuliah urg memaksa urg mengabaikan kehidupan-kehidupan urg yg lainnya.
Sekarang
urg mau nyeritain tentang petualangan urg nyari tempat kuliah yang mau nampung
urg. Lumayan banyak juga sih universitas2 yang urg coba mulai dari yang paling
jauh sampe yang paling deket. Tapi buat yg paling deket, urg gamau ceritain.
So, lets cek this ouuuut!
Dilebaykeun mah nyarinya dari sabang sampai merauke
Sebelumnya urg mau cerita dulu. Kaya di film three idiot, orang2 tua
tuh umumnya pengen anaknya jadi seorang dokter, atau insinyur. Dan orang tua
urg jadi salah satu penganut teori itu. Dan tentunya urg juga jadi punya
pikiran buat ngewujudin keinginan orang tua. Anak mana sih yang gamau bahagiain
orang tua. Dan jadi seorang dokter adalah pilihannya. Mamah selalu giat nyari
info tentang kuliah kedokteran dan urg Cuma ngangguk2 doang denger infonya.
Kasian juga liat perjuangan mamah yang begitu niatnya masukin anaknya yg biasa2
aja ini ke kedokteran sedangkan anaknya cuma dengerin cuek kaya gitu.
Universitas-universitas swasta pun mulai dilirik karna waktu itu jalur SNMPTN
dan SM universitas negri belum dibuka
kalo dosen kedokteran kaya gini semua kayanya urg semangat masuk kedokteran
.
Unswagati,
Unjani, dan Unisba. Mulai dari Unswagati, mamah dapet info unuversitas ini dari
kerempongan ibu-ibu sama temen-temennya. Kita mulai diskusi satu arah, mamah
ngejelasin blablabla urg pun biasa aja. So, unswagati Cuma liat brosurnya aja
tanpa ada kelanjutan. Sedangkan Unjani, ada peraturan disana yang nyebutin kalo
“siswa yang masuk jalur undangan dan lolos seleksi, tapi udah diterima di
Unjani dan telah melakukan pembayaran, uang tidak dapat diambil kembali” jadi
salah satu alesan kenapa ga nyobain ngambil Unjani (itu pas jaman urg sih gatau
gmna sekarang). Sayang dong kalo diterima di universitas negri tapi uang segitu
melayang. Bagi konglomerat sih mungkin kecil, tapi buat kami sih cukup
disayangkan uang segitu dibuang2 gitu aja. Makanya buat yang punya duit
berlebih lebih baik disubsidikan buat orang yang lebih kurang beruntung dari
kita, daripada buat foya-foya meningan buat bekal akhirat kan? ;) tring! Dan
Unisba, kita udah kepalang takut rulenya sama kaya Unjani. Jadi dadah
bye-bye...
entah kenapa pas urg search google keyword "bye swasta" yang muncul kakek2 lagi ngeluarin kamehame
Alhamdulillah
dengan kapasitas otak yg segini urg masih dikasih kesempatan buat ikutan SNMPTN
Jalur Undangan. Walupun rasanya nyesek juga karna banyak temen2 deket urg yang
ga dikasih kesempatan ini, tapi yah inilah hidup, kadang kita harus
beriring-iringan kadang kita harus nentuin nasib kita sendiri.
Setelah
muter-muter nyari jurusan dan universitas yang pas. Urg milih jurusan yang
diutamain adalah pend. Dokter karna alasan yang udh urg jelasin diatas. Terus
yg kedua urg milih perencanaan wilayah dan kota, karna urg suka estetika kota
yang indah, cyeilah. Dan untuk universitas, akhirnya urg milih UGM dan UPI. Sebenernya
sih asalnya urg pengen milih UNDIP daripada UGM karna urg pengen banget
ngerasain gimana kota semarang, salah satu kota impian urg. Tapi UGM jadi
pilihan karna disana daya tampungnya lebih gede daripada UNDIP dan tidak
menyelenggarakan SM. Artinya, kalo UNDIP ga lolos kita masih bisa ikutan SM
tapi kalo UGM ga lolos hanya SNMPTN tulislah kesempatan terakhirnya, jadi urg
milih UGM. Dan untuk UPI katanya peluang masuknya lebih gede jadi aja ngisiin
UPI dengan pend. Biologi sama BK jadi pilihan jurusannya atas dasar saran dari
sana sini.
Dan
hasilnya... MAAF JANGAN PATAH SEMANGAT COBA LAGI GOSOK BUNGKUS ALE-ALE! Urg
gagal di kedua universitas. Sedih banget sih nyesek pas waktu itu karna ini
pertama kali urg ditolak oleh suatu instansi. TK urg lolos pilihan 1, SD lolos
pilihan 1, SMP lolos pilihan 1, SMA lolos pilihan 1, UNIVERSITAS SNMPTN
UNDANGAN ga lolos walaupun pilihan ke 2. Hupft. Belum move-on juga, urg nyari
alesan kenapa urg ga diterima di keduanya.
rada di-emo-keun biar gaul
Ntar
tapi yah dijelasin alesan-alesannya, lanjut dulu ke kisah SNMPTN Tulis.
Next, ceritanya urg masih
galau-galau gitu nih pas ditolak universitas pilihan urg pas undangan. Pukpuk
dari keluarga bukannya memperbaiki keadaan malah semakin bikin nyelekit. Urg
tau sih mereka pukpukin urg karena mereka sayang sama urg, biar urg jadi kuat.
Tapi tetep aja nyelekit. Dan masih dalah keadaan yang semakin nyelekit itu
untungnya waktu itu urg lagi deket sama seseorang yang jujur, waktu itu bisa
nenangin urg banget. :) . Pengen rasanya waktu itu langsung ngeluncur nemuin
dia terus ngomong kegundahan urg waktu itu. Mewek depan dia juga rasanya ga
masalah (FYI aja nih yah, kata org cowo nangis tuh bisa ngerendahin derajat
cowo itu sendiri. Tapi andai itu terjadi didepan dia, bagi urg, itu gabakalan
pernah jadi masalah). Tapi dengan dia nenangin urg dari jarak jauh pake sms
juga itu udah nenangin urg banget. Makasih someone who i called her maemunah.
#ngahahahaaa
thanks for all :)
Sejenak
curhat barusan mari kita lanjutkan membahas petualangan urg sama universitas.
Lalu, rg menatap suram cerah SNMPTN tulis. Bimbingan belajar semakin
giat dan try out dikerjain sendiri. Alhamdulillah nih try out yg urg lakuin di
bimbingan belajar beberapa sering dinyatakan lulus dengan berbagai strategi
belajar dan pengerjaan soal yang dianjurkan waktu itu. Pas itu urg udah bisa
ngeyakinin orang tua kalo pilihan urg adalah Perencanaan Wilayah dan Kota dan
Ekonomi Syariah, kedokteran? Babay.
Daaaan, SNMPTN Tulis pun dimulai.
Dengan salah kostum dengan berdandan ala SPG urg keliatan kece pas ngerjain
SNMPTN Tulis. Hari pertama, lumayanlah karna Cuma ngerjain TPA dan Matdas
doang. Pede sih mengingat target yang urg canangkan kaya di try out tercapai.
Pulangnya masih bisa cengar cengir ala kuda binal. Besoknya? Soal-soal
tingkat segitiga bermuda turun dari pemerintah, susah beud coy. Tapi teteplah
sekurang pinternya urg, urg masih bisa ngerjain tu soal sesuai dengan target.
Pulangnya? Masih bisa cengar-cengir ala orang stress.
Hari-hari berlalu dengan
penantian panjang. Status lajang berubah berpacaran. Status KTP tetep masih
belum kawin. Status palsu, tetep masih dinyanyiin vidi aldiano. Akhirnya
pengumuman SNMPTN Tulis pun tiba. Hasilnya sih urg belum lolos juga. Kenapa
nulisnya ga seheboh pas ditolak SNMPTN Undangan? Karna yaaa biasa-biasa aja :|
Mungkin karna udah pernah ngerasain perihnya ditolak undangan, jadi pas ditolak
tulis biasa-biasa aja sampai suatu kejadian bikin urg nyesel dan sedih banget.
For more, just read my next post, SNMPTN Tulis dan Ulang Taun Mamah.
maaf mah, pa :)
Terus karna ketakutan urg ga
diterima di universitas negri, urang langsung daftar ulang di universitas
swasta yang urg udah dinyatakan masuk. Sebenernya urg gapapa banget masuk
universitas itu. Tapi orang-orang disekeliling mandang negatif ketika urg
ngambil keputusan itu. Keluarga sih ga ngeliatin langsung, tapi dengan
memaksakan dan mengusahakan berusaha lebih jauh juga udah kelihatan gimana
mereka tidak memberikan dukungan. Mungkin memang karena mereka pengen urg
meraih yang terbaik. Gitu juga sama
temen-temen. Pernah suatu ketika temen urg ngomong langsung kaya gini, “ngapain
pake daftar ulang kesana blablabla”. Actually, that’s really hurt. Tapi yah
sekali lagi, mungkin karena mereka pengen urg dapet yang terbaik. Tapi waktu
itu –dan jika sekarang urg ada disana- urg bangga ko masuk kesana. Siapa tau
potensi urg bisa maksimal disana, who’s know?
Karna
tuntutan tadi, jadinya urg mau usaha lebih lanjut. Walaupun ga disebut usaha
yang usaha benget, tapi urg nyobain buat nurutin saran mereka dengan syarat ga
perlu test lagi. Kebetulan UPI sama UNPAD ngebuka jalur mandiri untuk
penerimaan mahasiswa baru dengan nilai SNMPTN Tulis. Artinya buat ikutan jalur
mandiri di dua universitas tersebut gaperlu test lagi. Selain UNPAD sama UPI
banyak juga yang ngeberlakuin sistem kaya gitu, kalo gasalah UB sama ITS juga
ngeberlakuin sistem ujian mandiri kaya gitu waktu itu. Kenapa gacoba yang
lainnya diluar UPI sama UNPAD? Ntar kita bahas :p
Singkat aja deh langsung pas
pengumuman, asa cape ginih ngepostnya -.- Dan akhirnya alhamdulillah, mungkin
yang terbaik, urg keterima di FPMIPA KIMIA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.
Makasih buat semua yg dukung especially orang-orang yang urg sebutin diatas.
Masuk universitas bukanlah suatu akhir dari keberhasilan, karna sesungguhnya
mulai dari sinilah kita berjuang buat hidup.
kata mario ozawa juga semangat tuh!!!
Note: Buat pembaca –mudah2an ada yang baca- kalo ngerasa
kurang jelas atau mau share juga post di comment yah :)
Selasa, 31 Juli 2012
Lalalala~
Akhir-akhir ini urg sering banget dengerin lagu How Could An
Angel Break My Heart. Lagu ini dibawain sama Toni Braxton yg featuring sma
Kenny G, salah satu maestro saxophone. Lagu ini nyeritain tentang... Okey, urg
bukan mau ngeresensi lagu.
nah ini Toni Braxton yah bukan Titus Bonai
kalo ini Kenny G! Kerenan dia kemana-mana kan daripada si Toni
Gatau kenapa tuh lagu suka tiba-tiba muncul di playlist urg,
mungkin karena emang lagu di playlist urg itu doang. Nyesuaiin sama suasana
hati aja sih biar lebih bisa menikmati keadaan. Walaupun emg keadaan urg lagi,
nyesek, tapi harus tetep dinikmati. Ah daripada curhat kepanjangan mening
langsung aja nih urg kasih liriknya, tapi diganti dikit sebuatan he/hisnya sama
she/her yah biar sesuai ngahahaaa #ketawaPahit.
I heard she sang a lullaby
I heard she sang it from her heart
When i found out thought i would die
Because that lullaby was mine
I heard she sealed it with a kiss
He gently kissed her cherry lps
I found that so hard to believe
Because her kiss belonged to me
How could an angel break my heart
Why didn’t she catch my falling star
I wish I didn’t wish so hard
May be I wished our love apart
How could an angel break my heart
I heard here face was white as rain
Soft as a rose that blooms in May
She keeps his picture in a frame
And when she sleeps she call his name
I wonder if he makes her smile
The way she used to smile at me
I hope he doesn’t make her laugh
Because her laugh belongs to me
Back to reff
Oh my soul is dying, its crying
I’m trying to understand
Please help me
Back to reff
Nah gimana yang ngerti bhsa inggris? Tau kan gimana isi
lagunya? Miris yah? Iya sih tau ngahahaa #ketawaPahit lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)

















